PENGINGAT DIRI
Pada bagian awal tulisan ini dipaparkan bahwa hidup ini hanya sementara. Oleh karena itu harus dihiasi dengan berbagai kebaikan atau manfaat bagi diri, orang lain, dan alam sekitar. Umur kita setiap saat bergerak. Pergerakan mundur usia seringkali membuat mata batin ini banyak merenung. Mereka yang atas izin NYA mampu melihat dan merasa dengan rasa yang sesungguhnya pasti akan mengalami fase ini. Insha Allah.
Tulisan ini sesungguhnya ditujukan sebagai pengingat diri sendiri sebelum mengingatkan orang lain. Apa yang nantinya hendak disampaikan semata mata hasil refleksi diri yang tentu saja berbalut banyak kekurangan. Penulis bukanlah seseorang yang terlahir sempurna tanpa cela. Lakon kehidupan yang menjadi takdir banyak mengajarkan perihal yang sifatnya 'personal'. Dalam artian tidak semua orang mengalami dan merasakan pengalaman faktual dan spritual yang telah dialami oleh penulis.
Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam tidak pernah menciptakan dan mengatur jalannya suatu lakon kehidupan tanpa tujuan khusus bagi yang bersangkutan. Semua yang sudah diatur oleh NYA adalah bentuk sifat kasihsayang murni tanpa batas terhadap makhluk ciptaannya. Manusia yang dijadikan sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi diberikan tanggung jawab mulia yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya. Subhanallah.
Panduan hidup bagi seorang muslim sebagaimana kita ketahui dari buku buku agama dan ceramah para ustadz dan guru guru hebat adalah kitab suci Al Qur'an dan Hadist. Sejauh yang penulis pelajari selama ini bahwa kandungan dua sumber kitab agung dan mulia itu adalah tutorial atau tata cara hidup dan berkehidupan yang sangat lengkap.
Allah tidak pernah lelah memberikan rasa sayangnya pada setiap hambaNYA. Bila kita lalai pasti ada teguran lambat atau cepat. Proses pembelajaran akan terus ada selama napas masih melekat di badan. Benarlah jjika dikatakan bahwa hidup adalah proses. Dengan demikian tidak ada yang instant atau sim salabim. Jika memang ada yang terjadi tanpa proses panjang sebagaimana umumnya maka sesungguhnya itu adalah anugerah berupa keajaiban atau "miracle'.
Allah mengajar manusia bukan hanya melalui kitab suci dan hadist Nabi Muhammad SAW. Kejadian atau peristiwa yang nampak dalam kehidupan kita sehari - hari juga menjadi sumber pembelajaran bagi kaum yang berfikir. Mereka yang hatinya telah dibuka oleh yang Kuasa dengan mudah membaca tanda tanda ataupun peringatan yang datang dimana dan kapan saja.
Kebaikan maupun keburukan semuanya adalah sumber pembelajaran. Sebuah kebaikan mungkin secara bijak bukan hanya mengharapkan pujian atau decakan kagum dan jempol. Lebih dari itu halyang baik seharusnya bisa menginspirasi kita untuk berbuat hal yang serupameski dalam ruang yang berbeda.
Sebaliknya sebuak kesalahan atau kekeliruan orang lain bukan untuk dijadikan cemohan melainkan dijadikan pelajaran bagi yang lain agar tidak berbuat hal yang sama. Sebagai seorang Muslim sejati do'a untuk kebaikanbagi mereka yang telah dianggap bersalah tetap kita panjatkan. Bukankah sesungguhnya manusia itu adalah satu sama dan selalu terhubung? (Konsep ilmu Magnet Rezeki)
Manusia sejatinya adalah satu badan. Anggota badan yang satu sakit, maka anggota badan yang lain akan turut merasakannya. Cerita atau gambaran kehidupan yang nantinya akan tertuang dalam tulisan ini kiranya dimaksudkan untuk mencari hikmah yang ada di dalamnya. Semoga bermanfaat.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar