Kamis, 10 Desember 2020

MENUNGGU/NOPEA

 MENUNGGU/NOPEA

 


Pernah mengalami yang namanya menunggu? Bagaimana rasanya?

Wah, menunggu adalah pekerjaan yang mudah diucapkan tetapi sangat sulit menjalaninya.

Seperti hari ini aku terpaksa harus antri di teller sebuah bank pemerintah karena mesin setor tunai ATM  lagi error.

Seusai tugas menjelang Jum'at, aku sekalian mampir di sebuah bank di daerah pertokoan di kotaku.

Teriknya panas di Jumat siang itu sepertinya tidak kuperdulikan lagi. Yang penting uang ini segera terkirim pada pemiliknya.

Ada sebuah amanah yang harus kuselesaikan pada seseorang. Beliau menelpon plus menghubungi via chat w.a . Itu membuat diriku merasa tidak nyaman. Beginilah kira kira kondisi perasaan seseorang yang punya janji kepada orang lain.

Tiba di bagian pengambilan nomor antrian di depan pintu, seorang petugas keamanan menyodorkan term gun ke arahku.  Akan tetapi aku lebih suka menyodorkan pergelangan tangan untuk di tes suhu. Kata orang lebih baik term gun di tangan dari pada kepala. Yah, sebagai masyarakat awam, aku mah menurut saja. Yang penting di tangan bukan kepala.

Suhu udara dalam ruang tunggu terasa hingga tulang belakangku. Aku merasa agak dingin duduk lama dalam ruangan ber A.C. Apalagi dalam kondisi pandemi covid seperti ini, perasaan was was akan kondisi kesehatan sering hadir.

Guna menghangatkan badan yang sedari tadi  duduk manis di kursi antran bank, aku berdiri dan melangkah keluar. Istilahnya cari angin.
 

Segera badan kugerak gerakkan biar tulang dan otot kembali nyaman. Aku pun duduk di teras di tepian tangga bank tersebut.  Angin berhembus sejuk di tengah cuaca yang cukup terik. Aku bernapas lega sambil membuka masker sejenak.

 Enak di sini ketimbang di dalam, dimana terjadi kumpulan orang yang lumayan banyak dalam satu ruangan. Sedap sedap ngeri  rasanya.

Aku mengintip dari balik pintu kaca depan Bank . Kulihat board berisi informasi nomor antrian yang sedang dilayani oleh petugas. Wah, masih 30 nomor ke depan baru giliran ku. Aku memutuskan untuk menunggu di luar saja. Ketika nomor antrian ku dekat, baru aku masuk.

Kuambil android dari tas. Buka blogger dan mulai ketak ketik key pad. Segera luapkan rasa dalam kalimat. Lahir beberapa paragraf. 

Manfaat menunggu hari ini, lahir seuntai coretan buah pikir dalam kegamangan waktu yang tersita.

Tanpa terasa sudah hampir setengah jam aku duduk di luar. Aku beranjak ke depan pintu masuk bank. Aku melihat di papan pengumuman nomor antrian sudah hampir setengah berjalan.

Sebaiknya aku menunggu di dalam. Kucari tempat Duduk  yang agak jauh dari box a.c yang terdapat dalam ruangan. Aku pun duduk sambil melanjutkan ketikan paragraf yang belum sempurna dalam frame blogger.

Palu, 11 Desember 2020
Bank BNI area Transmart

Menunggu memang menjemukan. Isilah waktu dengan hal yang bermanfaat. 

Sahabat Blogger Lagerunal



Tidak ada komentar:

Posting Komentar