Mengejar Layang Layang (3)
Reza, Fary, dan Rival berjalan ke arah rumah Rival dekat kolam pemancingan tanggul Nosarara milik dokter Sari Mereka berjalan letih setelah seharian bermain dalam aktivitas sebagai anak anak kampung yang memang jago bermain.
"Minum di rumahku kita dulu" Ajak Rival. sambil jalan menuju pintu dapur yang terbuka lebar. "Eh. darimana kamu tiga ini? Dari pagi tidak ada pulang makan" Bunda Mut ibunya Rival menyambut mereka dengan pertanyaan. "Dari bungi kami tadi bantu nenek Sadiyah" Jawab Rival singkat sambil menuangkan air di gelas untuk kedua temannya.
"Makan apa kamu tadi"? Lanjut bunda Mut. "Makan pisang goreng di rumah Tante Mina" Sahut Fary meyakinkan. "Pulang mandi saja dulu, malam kenari lagi babikin mie kuah kita" Kata bunda Mut pada Reza dan Fary. "Iye, pulang dulu kami"
Sesampainya di rumah masing masing, mereka mandi dan berganti pakaian karena waktu Magrib tidak lama lagi. Fary mengenakan kemeja lengan panjang dan sarung yang disampirkan di leher. Bertemu dengan Reza dan Rival di masjid Nurul Yaqin.
Sesampainya di masjid, berwudhu dan merapikan sarung sholat. Terdengar azan mulai berkumandang. Para jamaah bergegas memasuki masjid. Reza dan kedua sahabatnya sudah siap dalam satu saf tepat di belakang imam. Mereka mengambil posisi agak ke samping. Tempat di tengah diperuntukkan untuk para totua/orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar